Pages

Senin, 23 September 2013

metode efektif mendidik anak

Part 1
Sekolah pertama adalah keluarga, guru terbaik adalah ibu dan ayah. Kerjasama yang baik maka hasilnya akan baik. Begitupula dengan mendidik anak, kedua orang tua harus saling mendukung satu sama lain.
Orang tua harus saling memahami hubungan saling menyempurnakan dalam mendidik anak, peran ayah tidak bisa ditunaikan oleh selainnya, begitu juga peran seorang  ibu. Ayah adalah sumber kekuatan dan ketegaran, sedang ibu adalah sumber kehangatan dan kelembutan.
Diantara metode yg efektif untuk mendidik anak:
1.       Contoh
Hal yang sulit bagi anak adalah merespon konsep pendidikan yang diberikan kepadanya, ketika melihat orang yang mendidik dan mengarahkan mereka tidak bisa menerapkan konsep yang dikatakannya.  Anak akan melihat perilaku atau perkataan orang tuanya, ketika orang tua mengatakan A, tetapi pada kenyataannya orang tua tidak melaksanakan perkataan A tersebut, maka anak akan bingung dengan tidak konsistennya sikap orang tua.
Seseorang anak yang melihat kedua orang tuanya berdusta, maka tidak akan mungkin anak akan belajar jujur. Perilaku orang tua di dalam keluarga menjadi role model anak dalam berperilaku di luar. Jangan salahkan anak sepenuhnya jika melihat mereka berkata kotor, jika orang tuapun masih berkata kotor, jangan salahkan anak jika tidak mau mendengarkan perintah orang tua, jika orang tuapun tidak mau mendengarkan pendapat anak.
Tidak menutup kemungkinan bahwa anak akan mencontoh orang selain orang tua, karena lingkungan luar rumahpun berpengaruh besar terhadap perkembangan psikis anak, oleh karena itu wajib bagi orang tua untuk mencarikan lingkungan yang sehat sehingga perkembangan mereka secara mentalpun sehat.
Catatan terpenting adalah orang tua harus memusatkan perhatian untuk memperbaiki anak sulung mereka. Karena anak sulung akan ditiru dan dicontoh oleh adik-adiknya.

bersambung.....



2.       Kebiasaan
Kebiasaan ini berdasarkan pada perhatian dan contohdan berdiri di atas bentuk  ancaman dan bentuk motivasi. Di antara nasihat Imam Al Ghazali adalah “ Anak kecil itu adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Hatinya yang bersih adalah berlian jiwa. Jika mereka dibiasakan melakukan dan diajarkan kebaikan, maka ia akan tumbuh di atasnya dan kelak akab berbahagia di dunia dan akhirat”. Dari pemaparan Imam Al Ghazali ini, bahwa anak bagaikan kertas putih yang kosong tanpa noda, orang tua yang menggoreskan dan memberikan warna ataupun melukisnya, yang akan membentuk karakter anak ataupun kebiasaannya.
Oleh karena itu berikan anak kebiasaan yang baik sejak dini. Dari hal terkecil yaitu kejujuran, kemudian kebersihan diri. Dapat kita lihat saat ini kebanyakan orang ketika  buang air kecil di sembarang tempat dan tidak bersuci. Di masa kecilnya ia terbiasa dengan hal itu.
Tiga prinsip penting untuk meluruskan hal-hal yang bengkok:
a.       Mengikatnya dengan Aqidah, agar ia merasa diawasi oleh Allah SWT dan merasa takut kepadaNya baik pada keadaan tersembunyi ataupun terlihat. Ketika aqidah sudah terikat sejak dini, anak akan terhindar dari perbuatan yang diharamkan.
b.      Menjelaskan kemungkaran dan kejahatan itu serta akibatnya jika melakukan hal tersebut, agar anak mau menjauhi perbuatan tersebut.
c.       Mengubah lingkungan sosial yang tidak sehat. Karena seseorang itu bisa dilihat dari bagaimana agama temannya, maka hendaknya ia memperhatikan dengan siapa ia berteman.
Oleh karena itu buat kegiatan yang bermanfaat di rumah yang dapat membuat anak-anak disekitar rumah memiliki kegiatan yang bermanfaat.

3.       Kisah
Meneladani kisah kehidupan Rasulullah SAW, para Sahabat, dan orang-orang shaleh, para pahlawan nasional, dan orang-orang baik lainnya, dapat memberikan motivasi pada anak untuk berperilaku lebih baik. Dengan menceritakan kisah inipun akan mendekatkan hubungan emosional anak dengan kedua orang tua. Orang tua pun harus punya waktu khusus untuk “ritual kisah” ini.
Hal penting yang harus di lakukan orang tua sebagai berikut:
a.       Jangan paksa anak untuk mendengarkan kisah yang tidak ia sukai atau diwaktu yang tidak ia suka. Waktu yang biasa digunakan anak untuk mendengar kisah adalah sebelum tidur karena diwaktu ini kedekatan emosi dan jiwa orang tua atau anak baik.
b.      Libatkan anak anda bersama anda ketika bercerita. Bisa dilakukan dengan bertanya tentang harapan atau pendapat lainnya.
c.       Selalu fokus pada setiap bagian dari kisah pelajaran-pelajaran yang bisa diambil hikmah dan pelajaran dari setiap kejadian di dalamnya dan pastikan anak-anak memahaminya.
d.      Pastikan bahwa anak bisa berkonsentrasi mendengarkan kisah dan tidak membiarkan mereka-khususnya anak-anak yang masih kecil- pergi meninggalkan tempat pada satu waktu yang telah ditentukan. Artinya sebelum anda bercerita buat kontrak dengan anak.
e.      Tanyakan kepada anak hikmah atau pelajaran yang dapat diambil setelah akhir kisah.
f.        Kisah bisa dilakukan satu serial atau lebih, syaratnya setiap peristiwa ada renungan indah untuk diperdengarkan.
g.       Kisah menjadi sarana untuk mendapatkan pahala atau motivasi bagi siapa saja yang mencontoh- kisa juga dapat menjadi sarana pemberian sanksi bagi anak.
h.      Menggunakan simulasi gerak dan suara






  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Post

About

Blogger news