Pages

Jumat, 26 Mei 2017

Selamat Datang Ramadhan



Keluarga Besar Biro Psikologi Harmoni Memohon Maaf Lahir dan Bathin serta mengucapkan 
"Selamat Melaksanakan Ibadah Puasa bulan Ramadhan 1438 H/ 2017."
 Semoga dalam melaksanakan Ibadah Bulan Ramadhan tahun ini diberikan berkah dan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT serta diampuni dosa-dosa yang telah lalu. Amin... 
*** Hormat kami, Keluarga Besar Biro Psikologi Harmoni ***

Kamis, 18 Mei 2017

Kegiatan Outbond Harmoni 2016-1017

Foto bersama saat kegiatan Outbound Thn.2016 lalu di Tabek Indah, Natar

Foto bersama saat kegiatan Outbound Thn.2016 lalu di Tabek Indah, Natar


Foto Bersama saat Kegiatan memperingati HUT RI ke-71 Tahun 2016 lalu. Bertempat di lapangan area Masjid Al Wasi'i Universitas Lampung
Foto Bersama saat memperingati HUT RI ke-71 Thn 2016 lalu. Bertempat di lapangan area Masjid Al Wasi'i, Universitas Lampung
Foto Bersama saat memperingati HUT RI ke-71 Thn 2016 lalu. Bertempat di lapangan area Masjid Al Wasi'i, Universitas Lampung
Foto bersama keluarga Harmoni saat Outbond di panatai Sari Ringgung, Pesawaran Thn.2016

Keluarga Harmoni saat foto bersama di Pantai Sari Ringgung, Pesawaran. Thn 2016


Foto bersama keluarga Harmoni di pantai Sari Ringgung, Pesawaran. Thn 2016




Sabtu, 06 Mei 2017

Alamat Biro Psikologi Harmoni



Biro Psikologi Harmoni

Melayani
* Konsultasi
* Psikoterapi
* Psikotes
* Pelatihan
* Observasi Tumbuh Kembang
* Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

Alamat kami berada di  Jl. Sutan Jamil no.9 Bandar Lampung
Telp. 0813-7986-2876, 0857-6819-0100

Kamis, 04 Mei 2017

Apa itu Sensory Integration?

Dodo menutup telinganya saat anak-anak yang lain sedang asik bernyanyi mengikuti alunan lagu.
Jane seringkali menjilati kedua telapak tangannya.
Frans menolak untuk menyentuh pasir.

Anda pasti bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan anak-anak tersebut. Anak-anak tersebut, mungkin menunjukkan tanda-tanda pengolahan sensori yang tidak biasa atau tidak lazim, sehingga mempengaruhi aktivitas keseharian mereka.

Apa itu Pengolahan sensori?
Pengolahan sensori merupakan kemampuan individu untuk mengumpulkan atau mendapatkan, memahami, mengorganisasi dan menggunakan informasi yang diterima melalui organ sensori yang kita miliki (penglihatan, pendengaran, raba, pengecapan, pembauan, keseimbangan dan gerak).

Manusia memiliki tujuh alat indra, yaitu : 
- Vestibular yaitu kemampuan keseimbangan, yang mana hal ini akan berkaitan dengan bagaimana gerakan tubuh seseorang dalam berjalan ataupun bergerak.
- Tactile yaitu kemampuan peraba. Kemampuan ini akan mempengaruhi seseorang dalam merasakan sentuhan.
- Visual yaitu kemampuan penglihatan. Kemampuan ini akan mempengaruhi seseorang dalam menerima informasi dalam bentuk gambar.
- Auditory yaitu kemampuan dalam mendengar. Kemampuan ini akan mempengaruhi seseorang dalam menerima informasi dalam bentuk suara. 
- Taste yaitu kemampuan dalam perasa. Kemampuan ini berkaitan dengan merasakan sesuatu misalnya gula yang memiliki rasa manis setelah kita mencicipinya. 
- Smell yaitu pembauan. Hal ini berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menerima informasi dalam bentuk bau. 
-  Proprioception yaitu kemampuan gerak.  

Nah, informasi yang didapatkan melalui alat indra tersebut akan dikenali, dianalisis,dan diproses oleh pengolahan sensori kemudian memberikan hasil atau respon berupa sikap. Anak-anak juga dapat mempelajari tentang lingkungannya dan juga tentang tubuh mereka melalui sistem sensori integrasi.


.





Kamis, 23 Januari 2014

Wortel, Telur dan Kopi



Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.
Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.
Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.
Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?""Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.
Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?"
Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi 'kesulitan' yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.
"Kamu termasuk yang mana?," tanya ayahnya. "Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?" Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu."
"Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?."
"Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat."
"Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik."
"Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri".

-----------

Recent Post

About

Blogger news